Kamisam hajimemashita
Review : Mengenang Kamisama Hajimemashita Musim Pertama dan Cerita Setelahnya
Setelah melalui beberapa tahun tanpa tontonan ala-ala Jepang, baru sadar ternyata selama ini aku melawatkan banyak tontonan bagus yang sayang kalo nggak dilihat dan dibagi-bagikan ke banyak orang.
Seperti yang aku percaya, tontonan Jepang yang mendidik lebih banyak asal kita pinter milihnya. Salah satu contoh anime yang baru selesai tayang di Jepang minggu lalu berjudul Kamisama Hajimemashita Season 2. Kalo di Indonesianya, manganya diberi judul Ciuman Dewa yang diambil dari nama lainnya yaitu Kamisama Kiss. Rada sedih ya sama judulnya. Mungkin yang nggak tau juga nggak bakal beli atau baca manga ini karena judulnya rada nyeleneh dan nggak menarik.
Tapi ternyata, manga yang udah lebih dari 5 tahun terus update di negeri asalnya itu sangat populer dan selalu ditunggu-tunggu. Karena aku pribadi baru tahu soal animenya setelah jilid ke 2nya ini, jadi agak telat-lah niatan untuk ngumpulin manganya mulai dari volume 1. Akhirnya aku dapet beli juga loncat-loncat nomornya nggak berurutan.
Anime musim pertamanya berisi 13 episode yang digarap apik dengan lagu dan ciamik dan humor yang menghibur. Memutuskan untuk menonton musim pertama ini juga karena musim kedua udah mulai tayang di sana. Setelah perjuangan mendownload dengan kuota yang nggak sedikit, ke 13 episode berhasil dikumpulkan.
![]() |
| Musim Pertama |
Ceritanya dimulai dari perjalanan hidup Nanami Momozono yang kehilangan rumah dan ayahnya karena lilitan hutang. Dia bertemu dengan dewa yang menjaga kuil bernama Mikage (kuilnya juga disebut kuil Mikage sesuai pemilik sebenarnya). Karena suatu hal, Mikage pergi dari kuil itu dan meninggalkan pelayannya yang bernama Tomoe. Kemudian dia menitipkan kuil beserta isinya kepada Nanami karena dia tidak punya tempat untuk dituju.
Banyak kejadian yang dialaminya setelah menjadi dewa manusia di kuil Mikage. Semakin hari berlalu yang dilewatinya bersama Tomoe si rubah, semakin besar pula rasa sayangnya pada di rubah. Masa lalu dan masa kini diceritakan dalam bentuk yang apik dan menawan dalam anime ini. Semua hal berkaitan satu sama lain membentuk rantai kehidupan masa kini yang ternyata berawal dari masa lalu.
Hal itu mungkin baru bisa dipahami waktu baca manganya. Kedalaman dimensi ceritanya baru bisa didapatkan saat benar-benar mengikuti alur di manga. Sementara anime musim pertama yang berjumlah 13 episode itu mewakili sekitar 20an bab di manganya sendiri. Walau terkadang ceritanya tidak semua dimasukkan sebagai bahan anime, tapi anime musim pertama ini bisa membuatku jatuh cinta dan penasaran dengan kelanjutan ceritanya.
Pada awal-awal menonton, kayaknya aku sendiri agak sebel dan dongkol sama Nanami. Cewek ini entah kenapa selalu enerjik, keras kepala, ngeyel dan agak ceroboh. Hal yang dilakukannya sama sekali nggak berguna dan malah kerap menyusahkan Tomoe. Tapi lama kelamaan perasaan itu jadi hilang. Berganti dengan takjub, sayang, kagum dan iri pada sosoknya yang ternyata begitu memikirkan orang lain dibanding dirinya sendiri (hal ini juga ketahuan pas baca manganya). Dia mau melakukan apapun untuk orang lain walau kerap menyusahkan dirinya sendiri. Dia orang yang berjiwa positif dan pantang menyerah. Tidak takut pada apapun dan selalu melihat kepada masa depan.
Nah, aku begitu ingin jadi sosok seperti itu.
Dan Tomoe, di musim pertama ini belum sepenuhnya menampakkan perasaannya pada Nanami. Wajahnya yang selalu datar dan dingin membuatku kepincut juga. (LOL) tapi satu yang harus diketahui dari sosok ini, bagaimanapun dia menganggap Nanami hanya seorang gadis cilik berusia 17 tahun, dia tidak pernah berhenti berharap bahwa suatu saat Nanami akan menjadi dewa manusia yang begitu hebat kemampuannya.
Jika anime musim pertama banyak menceritakan hal-hal manis yang berbau perasaan, anime musim keduanya sarat akan problematika yang muncul dari masa lalu. Di awal cerita Nanami akhirnya bisa bertemu dengan dewa-dewa lain di acara pertemuan para dewa dan menemui Mikage. Nanami bertanya tentang alasan Mikage meninggalkan Tomoe dan kuilnya pada dirinya. Yang ternyata jawabannya juga berhubungan dengan masa lalu.
Ada tokoh baru bernama Kirihito yang ternyata jiwanya adalah kepunyaan Raja Akura, sahabat Tomoe di masa lalu, rekannya dalam kejahatan. Dikenal sebagai duo yokai (semacam iblis) yang mematikan karena kekuatan keduanya yang tidak tertandingi.
Juga ada cerita tentang Kurama lebih dalam, tentang kelompok Tengu dan keluarganya yang ditinggalkan selama belasan tahun hidup di dunia manusia.
Dan terakhir cerita Nanami di masa lalu yang membuat Tomoe seakan tidak nyaman karena bertemu dengan sosok Nanami kecil yang sama sekali tidak dia kenal.
Sebenarnya masih banyak cerita yang bisa disajikan dalam anime musim kedua yang dijatah sebanyak 12 episode ini. Padahal aku berharap ceritanya bisa sedikit lebih berkembang dari yang pertama dan episodenya lebih panjang.
Kalo dibuat perbandingan, apalagi buat yang sudah baca manganya, anime yang kedua ini masih belum bisa mengalahkan yang pertama.
Karena cerita yang kesannya entah kenapa terasa dipanjang-panjangkan, juga karena semua tokohnya jadi malah setengah-setengah berperan di cerita. Tapi karena manganya pun sampai sekarang masih on-going alias belum tamat di Jepang sana, nggak masalah sepertinya kalau mau mengharap musim ketiganya. Selama peminatnya masih banyak dan pangsa pasarnya masih tinggi, kukira pihak produksi rela melanjutkan animenya lagi.
Cukup disayangkan memang anime musim keduanya nggak bisa 100% memenuhi kepuasan kita sebagai penonton, namun dalam kenyataannya, menunggu anime ini tayang tiap minggunya merupakan hal yang menegangkan. Dan pastinya akan kita rindukan karena tidak bisa melakukannya lagi. Semoga penggarapan anime selanjutnya bisa lebih cepat dan lebih memuaskan. (Ga sabar lagi!)
Hal terakhir, sudah saatnya mencari anime on-going lagi yang patut ditunggu.
Kamisama Hajimemashita Season 3, matteiru you ni. Oh ya, sebelum itu, OVA atau Special EP onegaisimasu...
Quote Favorit anime Kamisama Hajimemashita Season 1
Kalimat itu menyadarkanku. Membuatku paham akan kebingungan hatiku. Tanpa aku sadari, aku sudah jatuh cinta padanya sedalam ini. :)
NB : Kalau jatuh cinta bisa membuat manusia setegar itu, rasanya aku ingin menjadi seperti Nanami yang bahkan saat kesulitanpun selalu memikirkan Tomoe lebih dulu dibandingkan dirinya sendiri.








Komentar
Posting Komentar