Resensi Novel Autumn In Paris
Judul buku : Autumn in Paris
Penulis : Ilana Tan
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I : Juli 2007
Tebal : 272 hlm
Ukuran : 13,5 x 20 cm

Sebuah novel yang berjudul “Autumn in Paris” adalah novel yang dibuat oleh Ilana Tan. Ilana Tan membuat novel ini dengan mengangkat sebuah tema sepasang kekasih yang saling mencintai tanpa mereka tahu bahwa mereka terlahir dengan ayah yang sama. Novel ini membuat para pembacanya ikut terhanyut dan terbawa kedalam cerita. Novel ini dikemas dengan sangat mudah untuk dimengerti oleh para pembaca.
Novel ini dimulai dengan mengisahkan seorang gadis bernamaTara Dupont. Tara, seorang gadis penyiar radio di salah satu stasiun radio paling populer di Paris. Pada awal perceraian orangtuanya dua belas tahun lalu, Tara tinggal bersama ibunya di Jakarta. Empat tahun kemudian, ketika berumur enam belas, ia memutuskanpindah ke Paris dan tinggal bersama ayahnya. Sejak saat itu, Paris menjadi hidupnya.
Sebastien Giraudeau, laki-laki berkebangsaan Perancis, berambut pirang, memiliki mata biru, dan berkulit putih. Teman dari Tara. Entah kenapa Tara merasa tertarik dengannya. Sebastien mengajak Tara makan malam di sebuah bistro kecil yang menjadi kesukaan Tara karana menyajikan masakan Indonesia, khususnya sate kambing kesukaannya. Bistro itu terletakdisebuah jalan kecil yang agak sepi dan lumayan jauh dari pusat kota. Disinilah pertemuan awal antara Tara Dupont dengan Tatsuya Fujisawa.
Tatsuya Fujisawa, laki-laki dari Tokyo. Awalnya Tatsuya pergi ke Paris karena permintaan mendiang ibunya. Lalu tujuan awal Tatsuya ke Paris gagal karena Tara. Gadis yang ceerewet itu dapat membuatnya jatuh cinta. Cinta pada pandangan pertama tepatnya. Awal pertemuan disebuah kafe di bandara. Pertemuan kedua disebuah kelab, dengan kondisi Tara yang sedang mabuk. Pertemuan ketiga saat bertemu di bistro kecil itu.
Hubungan yang mereka jalin semakin dekat. Tara dan Tatsuya mulai saling mencintai. Hingga akhirnya mereka harus tahu kenyataan sebenarnya. Jean-Daniel Dupont adalah ayah kandung Tatsuya, dan ayah dari Tara Dupont. Tatsuya memilih untuk kembali ke Tokyo dengan perasaan dan pikiran yang campur aduk. Sedangkan Tara ingin mengakhiri hidupnya dengan menceburkan dirinya ke sungai yang airnya sangat dingin. Tidak lama berselang setelah Tatsuya kembali ke Tokyo, ada berita duka dari Tokyo. Bahwa Tatsuya mengalami kecelakaan. Entah apa yang harus Tara lakukan saat itu. Akhirnya Tara dan ayahnya langsung terbang ke Tokyo hari itu juga. Saat tiba salah satu rumah sakit di Tokyo, Tara dan ayahnya melihat Tatsuya masih terbaring diatas tempat tidurnya. Tak lama setelah Tara melihat Tatsuya dengan keadaan koma/ kritis, Tatsuya pun menghembuskan napasnya yang terakhir.
Novel ini dimulai dengan mengisahkan seorang gadis bernamaTara Dupont. Tara, seorang gadis penyiar radio di salah satu stasiun radio paling populer di Paris. Pada awal perceraian orangtuanya dua belas tahun lalu, Tara tinggal bersama ibunya di Jakarta. Empat tahun kemudian, ketika berumur enam belas, ia memutuskanpindah ke Paris dan tinggal bersama ayahnya. Sejak saat itu, Paris menjadi hidupnya.
Sebastien Giraudeau, laki-laki berkebangsaan Perancis, berambut pirang, memiliki mata biru, dan berkulit putih. Teman dari Tara. Entah kenapa Tara merasa tertarik dengannya. Sebastien mengajak Tara makan malam di sebuah bistro kecil yang menjadi kesukaan Tara karana menyajikan masakan Indonesia, khususnya sate kambing kesukaannya. Bistro itu terletakdisebuah jalan kecil yang agak sepi dan lumayan jauh dari pusat kota. Disinilah pertemuan awal antara Tara Dupont dengan Tatsuya Fujisawa.
Tatsuya Fujisawa, laki-laki dari Tokyo. Awalnya Tatsuya pergi ke Paris karena permintaan mendiang ibunya. Lalu tujuan awal Tatsuya ke Paris gagal karena Tara. Gadis yang ceerewet itu dapat membuatnya jatuh cinta. Cinta pada pandangan pertama tepatnya. Awal pertemuan disebuah kafe di bandara. Pertemuan kedua disebuah kelab, dengan kondisi Tara yang sedang mabuk. Pertemuan ketiga saat bertemu di bistro kecil itu.
Hubungan yang mereka jalin semakin dekat. Tara dan Tatsuya mulai saling mencintai. Hingga akhirnya mereka harus tahu kenyataan sebenarnya. Jean-Daniel Dupont adalah ayah kandung Tatsuya, dan ayah dari Tara Dupont. Tatsuya memilih untuk kembali ke Tokyo dengan perasaan dan pikiran yang campur aduk. Sedangkan Tara ingin mengakhiri hidupnya dengan menceburkan dirinya ke sungai yang airnya sangat dingin. Tidak lama berselang setelah Tatsuya kembali ke Tokyo, ada berita duka dari Tokyo. Bahwa Tatsuya mengalami kecelakaan. Entah apa yang harus Tara lakukan saat itu. Akhirnya Tara dan ayahnya langsung terbang ke Tokyo hari itu juga. Saat tiba salah satu rumah sakit di Tokyo, Tara dan ayahnya melihat Tatsuya masih terbaring diatas tempat tidurnya. Tak lama setelah Tara melihat Tatsuya dengan keadaan koma/ kritis, Tatsuya pun menghembuskan napasnya yang terakhir.
Tara Dupont menyukai Paris dan musim gugur. Ia mengira sudah memiliki segalanya dalam hidup… sampai ia bertemu Tatsuya Fujisawa yang susah ditebak dan selalu membangkitkan rasa penasarannya sejak awal.
Tatsuya Fujisawa benci Paris dan musim gugur. Ia datang ke Paris untuk mencari orang yang menghancurkan hidupnya. Namun ia tidak menduga akan terpesona pada Tara Dupont, gadis yang cerewet tapi bisa menenangkan jiwa dan pikirannya….
juga mengubah dunianya.
Tara maupun Tatsuya sama sekali tidak menyadari benang yang menghubungkan mereka dengan masa lalu, adanya rahasia yang menghancurkan segala harapan, perasaan, dan keyakinan. Ketika kebenaran terungkap, tersingkap pula arti putus asa….arti tak berdaya.. Kenyataan juga begitu menyakitkan hingga mendorong salah satu dari mereka ingin mengakhiri hidup…
Tatsuya Fujisawa benci Paris dan musim gugur. Ia datang ke Paris untuk mencari orang yang menghancurkan hidupnya. Namun ia tidak menduga akan terpesona pada Tara Dupont, gadis yang cerewet tapi bisa menenangkan jiwa dan pikirannya….
juga mengubah dunianya.
Tara maupun Tatsuya sama sekali tidak menyadari benang yang menghubungkan mereka dengan masa lalu, adanya rahasia yang menghancurkan segala harapan, perasaan, dan keyakinan. Ketika kebenaran terungkap, tersingkap pula arti putus asa….arti tak berdaya.. Kenyataan juga begitu menyakitkan hingga mendorong salah satu dari mereka ingin mengakhiri hidup…
Seandainya masih ada harapan—sekecil apa pun—untuk
mengubah kenyataan, ia bersedia menggantungkan seluruh
hidupnya pada harapan itu….
mengubah kenyataan, ia bersedia menggantungkan seluruh
hidupnya pada harapan itu….
Biografi Pengarang
Ilana Tan adalah seorang novelis Indonesia yang dikenal karena menulis 4 novel roman yang masing-masing novelnya disajikan dengan cerita yang latarnya berbeda-beda. Novel Ilana Tan memiliki keunikan, yaitu tokoh-tokoh dari novel yang satu dengan novel yang lainnya saling berkaitan.
Novel pertamanya berjudul Summer in Seoul (2006), novel keduanya berjudul Autumn in Paris(2007), novel ketiganya berjudul Winter in Tokyo (2008) dan novel keempatnya berjudul Spring in London (2010). Masing-masing novel diceritakan di kota-kota besar di dunia, yaitu Seoul (Korea Selatan), Paris (Perancis),Tokyo (Jepang), dan London (Inggris). Dan masing-masing novel diceritakan di musim yang berbeda; Summer (musim panas), Autumn (musim gugur), Winter (musim dingin), dan Spring (musim semi).
Autumn in Paris merupakan novel karya penulis Indonesia, Ilana Tan, yang terbit pada tahun 2007. Novel ini merupakan novel kedua dari Tetralogi Empat Musim, yang diikuti oleh Winter in Tokyo (2008).
Ilana Tan adalah seorang novelis Indonesia yang dikenal karena menulis 4 novel roman yang masing-masing novelnya disajikan dengan cerita yang latarnya berbeda-beda. Novel Ilana Tan memiliki keunikan, yaitu tokoh-tokoh dari novel yang satu dengan novel yang lainnya saling berkaitan.
Novel pertamanya berjudul Summer in Seoul (2006), novel keduanya berjudul Autumn in Paris(2007), novel ketiganya berjudul Winter in Tokyo (2008) dan novel keempatnya berjudul Spring in London (2010). Masing-masing novel diceritakan di kota-kota besar di dunia, yaitu Seoul (Korea Selatan), Paris (Perancis),Tokyo (Jepang), dan London (Inggris). Dan masing-masing novel diceritakan di musim yang berbeda; Summer (musim panas), Autumn (musim gugur), Winter (musim dingin), dan Spring (musim semi).
Autumn in Paris merupakan novel karya penulis Indonesia, Ilana Tan, yang terbit pada tahun 2007. Novel ini merupakan novel kedua dari Tetralogi Empat Musim, yang diikuti oleh Winter in Tokyo (2008).
Kekurangan
• Dalam alur ceritanya sedikit terkesan seperti dalam sinetron.
Kelebihan
• Alur ceritanya dapat membuat pembaca ikut terhanyut didalamnya
• Alur ceritanya sangat sederhana dan mudah dimengerti
• Alur ceritanya dapat membuat pembaca ikut terhanyut didalamnya
• Alur ceritanya sangat sederhana dan mudah dimengerti
Penutup
Dari keseluruhan cerita dalam novel “Autumn in Paris” ini menurut saya sangat bagus karena dapat mengasah imajinasi para pembaca. Saya pun juga ikut menangis ketika membca novel ini, sangat menghayati cerita didalamnya. Menurut saya, novel ini sangat bagus karena novel dengan alur yang sedehana dan ringan untuk dibacanya.
Dari keseluruhan cerita dalam novel “Autumn in Paris” ini menurut saya sangat bagus karena dapat mengasah imajinasi para pembaca. Saya pun juga ikut menangis ketika membca novel ini, sangat menghayati cerita didalamnya. Menurut saya, novel ini sangat bagus karena novel dengan alur yang sedehana dan ringan untuk dibacanya.
Komentar
Posting Komentar