SOAL AKUNTANSI BIAYA DAN PRAKTEK SEMESTER 4 D3 BSI



1.     Pengolongan biaya berdasarkan pada periode akuntansi diantaranya adalah …
a.    Capital Expense
b.    Capital expenditure
c.    Revenue expense
d.    Interst revenue

2.    Direct cost dan indirect cost adalah penggolongan biaya berdasarkan …
a.    Pusat biaya yang dibiayai
b.    Pemakai biaya
c.    Pengelola biaya
d.    Periode pemakaian

3.    Penggolongan Biaya Sesuai dengan Tendensin Perubahannya terhadap Aktivitas atau Volume, kecuali …
a.    Biaya Tetap
b.    Biaya variable
c.    Biaya semi variable
d.    Biaya tidak langsung

4.    metode pengumpulan harga produk dimana biaya dikumpulkan setiap pesanan atau kontrak atau jasa secara terpisah dan setiap pesanan atau kontrak dapat dipisahkan identitasnya …
a.    metode harga pokok proses
b.  metode job order method
c.    metode LIFO
d.    metode FIFO
5.    Manakah contoh perusahaan yang tidak menggunakan metode harga pokok pesanan dalam mengumpulkan harga pokok produksi …..
a.  Percetakan
b.    Kontraktor
c.    Bengkel Tralis/Pagar
d.    Catering

6.    Berikut ini manakah kelompok perusahaan yang menggunakan metode harga pokok proses …..
a.    Semen, Kulkas dan Percetakan
b.    Percetakan, Bengkel Trali
c.    Mobil, percetakan dan Kontraktor
d.  Kontraktor, Semen dan Mobil

7.    Pada perusahaan manufaktur yang menggunakan metode Harga Pokok Proses, maka produk yang dihasilkan adalah …..
a. Standar
b. Homogen
c. Homogen dan Standar
d. Sesuai pemesan

8.    biaya produksi utama adalah …..
a. Biaya overhead pabrik, Biaya bahan baku
b. Biaya tenaga kerja dan Biaya overhead pabrik
c. Biaya tenaga kerja langsung dan Biaya bahan baku

9.    Akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok yaitu :
a. Penentuan harga pokok,tujuan biaya dan harga pokok produksi
b. Pengendalian biaya,perencanaan biaya dan pembagian biaya
c. Penentuan harga pokok,pengendalian biaya dan pengambilan keputusan khusus
d. Penentuan tujuan biaya

10. Media yang digunakan untuk mengumpulkan biaya produksi pesanan adalah …..
a. Lap. L/R
b. Kartu Harga Pokok Pesanan
c. Kartu Biaya Produksi
d. Lap. Harga Pokok Produksi

11.  Jika pembutaan produk sudah memasuki gudang maka siklus akuntansi nya menggunakan akun…
a.   Menentukan harga pokok produk jadi
b.  Mengumpulkan barang jadi
c.   Menentukan harga pokok proses
d.  Menentukan keuntungan pembuatan produk

12. Jurnal  untuk mencatat Pembebanan BOP adalah…
a.    BDP-BOP(D), BOP dibebankan (K)
b.    BDP-Biaya produksi (D), BOP-BTK (K)
c.    BOP-BTKL(D),BDP-BBB(K)
d.    BOP Dibebankan(D), BDP-BTK(K)

13. Rumus untuk menghitung unit ekuivalen dari perusahaan yang mengolah produknya melalui satu departemen produksi jika ada persediaan awal adalah …..
a. Unit selesai + (unit BDP akhir x % penyelesaian)
b. Unit selesai + (unit BOP akhir x % penyelesaian)
c. Unit selesai + (unit BDP awal x % penyelesaian)
d. Unit selesai - (unit BDP akhir x % penyelesaian)







14. PT. YANA mengolah produknya melalui departemen produksi,bulan Agustus 2016 mempunyai data sebagai berikut : BBB 1.100, BTK 1.400 dan BOP 1.500, jumlah produk jadi 80 kg dan produk dalam proses akhir 20 kg dengan tingkat penyelesaian 100% BB, 50%BK. Berapakah unit ekuivalen Biaya Bahan Baku …..
UE BBB = 80+(100% x 20)
a. 100
b.  110
c.   190
d.  80

15. Suatu produk yang hilang setelah proses produksi berjalan sehingga telah menyerap biaya produksi disebut …..
a. Produk hilang awal proses
b.Produk hilang akhir proses
c. Produk hilang di tengah proses
d. Produk Jadi

16. Harga Pokok Bahan Baku yang terakhir masuk ke gudang dipakai untuk menentukan harga pokok bahan baku yang pertama kali dipakai adalah ciri metode
a.    FIFO
b.    LIFO
c.    FIFA
d.    AVERAGE

17. Metode yang digunakan adalah Setiap jenis Bahan yang ada di gudang diberi tanda tentang berapa bahan baku tersebut dibeli sehingga dapat diketahui HP bahan baku yang dipakai dengan melihat tanda khusus…
a.    Identifikasi Khusus
b.    MPKP
c.    MTKP
d.    Average
18. Harga standar yaitu harga taksiran yg mencerminkan harga yang diharapkan akan terjadi di masa yang akan datan. Merupakan metode...
a.     MPKP
b.    MTKP
c.    Average
d.    Biaya Standar

19. bahan yang mengalami kerusakan dalam proses pengerjaan adlah
a.  sisa bahan 
b.    barang baungan
c.    barang mubazir
d.    barang limbah

20.Terjadinya karena sulitnya mengerjakan pesanan tertentu atau sebab luar biasa lain diperlakukan sebagai penambah HP produk yang baik, dan jika laku dijual maka hasil penjualan sebagai pengurang HP pesanan, merupakan masalah dalam akuntansi biaya yaitu berhubungan dengan …
a.    Spoiled goods
b.    Special Goods
c.    Scrap
d.    Devective goods

21. Masalah masalah yang berhubungan dengan bahan baku dalan akuntansi biaya diatanya nya adlah
a.    Devective goods
b.    Spoiled goods
c.    Scraps
d.    Damaged goods





22.Diketahui mutasi bahan baku G sebagai berikut :
Persed Awal 30kg @100
Pembelian 1/3 50kg @110
Pemakaian 8/3 70 kg
Pembelian 15/3 40 kg @115
Jika perusahaan menggunakan metode FIFO, berapakah harga pokok bahan baku yang dipakai tanggal 8/3 …..
30kg x @ 100 = 3000
40kg x @110 = 4400 == 3000+4400 =7.400
a. Rp 7.500
b. Rp 7.400
c. Rp 7.900
d. Rp 7.641


23. Keterangan masig sama dengan no 22. Namun jika dihitung menggunakan metode LIFO , berapakah harga pokok bahan
baku yang dipakai tanggal 8/3

50kg x @110 = 5500
20kg x @100 = 2000 == 5500+2000 = 7500
a.    Rp 2.000
b.    Rp 9.000
c.    Rp 7.500
d.    Rp 7.400

24.Rumus menghitung Unit Ekuivalen untuk metode FIFO adalah …
a.  ((100% - % BDP awal) x unit BDP awal) + (unit Produk selesai – unit BDP awal) + (unit BDP akhir x % penyelesaian)
b.    ((100% - % BDP akhir) x unit BDP awal) + (unit Produk selesai – unit BDP awal) + (unit BDP akhir x % penyelesaian)
c.    ((100% - % BDP awal) x unit BDP awal) + (unit Produk selesai – unit BDP awal) + (unit BDP awal x % penyelesaian)
d.    ((100% + % BDP awal) x unit BDP awal) + (unit Produk selesai – unit BDP awal) + (unit BDP akhir x % penyelesaian)
25.Untuk menghitung Unit Ekuivalen tape menggunakan metode Rata –Rata Tertimbang adalah …
a.    Unit ekuvalen dihitung = Produk selesai - ( Produk dalam proses akhir x tingkat penyelesaiannya)
b.  Unit ekuvalen dihitung = Produk selesai + ( Produk
dalam proses akhir x tingkat penyelesaiannya)
c.    Unit ekuvalen dihitung = Produk selesai + ( Produk
dalam proses akhir
+ tingkat penyelesaiannya)
d.    Unit ekuvalen dihitung = Produk selesai + ( Produk
dalam proses akhir
- tingkat penyelesaiannya)

26.Rumus untuk menghitunng HP/unit adalah…
a.  HP per unit = Total biaya / unit ekuivalen
b.    HP per unit = Total biaya + unit ekuivalen
c.    HP per unit = BDP Awal / unit ekuivalen
d.    HP per unit = Total biaya / BDP Akhir

27.Diketahui persediaan BDP awal 40 unit (100% BB, 70 BK),
produk selesai 260 unit, produk dalam proses akhir 80 unit
(100% BB, 50% BK). HP BDP awal adalah : BBB 208.000,
BTK 120.000 dan BOP 150.000, Biaya produksi yang terjadi
periode ini: BBB 2.000.000, BTK 3.000.000, BOP 3.500.000
Berapa Unit Ekuivalent untuk BBB:
260+ (100% x 80) = 340
a.  340
b.    330
c.    334
d.    560

28.Berdasarkan soal no 27. Hitung HP/unit untuk BBB
(208.000 + 2.000.000) : 340 = 6494)
a. 5600
b.6494
c. 7567
d. 2340
29.Pada umum nya perusahaan yang mengelola Bahan baku dari awal hingga proses produk jadi tetapi tidak melakukan transaksi penjualan barang adalah perusahaan …
a.    Perusahaan Barang
b.  Perusahaan Industri
c.    Perusahaan Dagang
d.    Perusahaan Service

30.Dalam Perusahaan Industri terbagi menjadi dua metode untuk mencari harga pokok yaitu …
a.    Metode HP Pesanan dan Metode HP Average
b.    Metode HP proses dan Metode HP Semi Average
c.   Metode HP Proses dan Metode HP Pesanan
d.    Metode HP Proses dan Metode HP LIFO






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wish You Were Here